Minggu, 02 Februari 2020

Catatan Kajian Golden Week part 2: Prinsip dan Metode Mendidik Anak Menurut Para Ulama Bagi Orang Tua

Bismillahirrahmanirrahim


Hari Kamis, 5 Mei 2016, kami mengikuti sebuah kajian yang bertepatan dengan liburan golden week di Jepang. Pada kesempatan ini, kami sempat mencatat beberapa faedah yang kami dapatkan dari kajian tersebut. Berikut ini adalah pembahasannya.


Akhir-akhir ini, di Indonesia sedang booming pemberitaan tentang adik kita Musa, yang ikut di dalam kompetisi hafalan Qur’an di Mesir beberapa waktu yang lalu. Akhirnya banyak orang-orang yang memasukkan anaknya ke pondok-pondok tahfidz dengan tujuan agar memperbanyak hapalan. Tentu hal tersebut adalah hal yang sangat baik. Akan tetapi, tujuan utama dari hal tersebut (mengajarkan Qur’an) adalah agar anak-anak mampu untuk melakukan shalat.


Mengapa mendidik anak?

  • Anak adalah perhiasan dunia yang akan memberi manfaat bagi orang tuanya 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,


الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal dan shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (Qs.al-Kahfi: 46)


Berarti kehadiran anak itu sendiri sudah menjadi sebuah perhiasan dunia, akan tetapi jika tidak dipoles maka dia tidak akan bermanfaat bagi orang tuanya di akhirat kelak. 


Sebaik-baik hal yang dinikmati seseorang, adalah hasil yang didapatkan dari usahanya sendiri. Seperti halnya ketika kita bekerja, tentu kita akan lebih menghargai sesuatu jika hal yang kita dapatkan itu merupakan hasil dari keringat kita sendiri. Begitu juga dengan anak, karena anak itu adalah bagian dari usahanya. 



Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي اْلجَنَّةِ
فَيَقُوْلُ: أَنَّي لِي هَذَا؟
 فَيُقَالُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ.
Sesungguhnya seseorang akan diangkat derajatnya di surga, 
maka ia berkata, ”Dari manakah balasan ini?” 
Dikatakan,” Dari sebab istighfar anakmu kepadamu”. [1] 


Di dalam sebuah riwayat disebutkan,dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakek ayahnya yaitu Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash, ada seorang yang menemui Nabi lalu mengatakan, 



“Sesungguhnya ayahku itu mengambil semua hartaku.” Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu.” Rasulullahshalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya anak-anak kalian adalah termasuk jerih payah kalian yang paling berharga. Makanlah sebagian harta mereka.” (HR. Ibnu Majah, no. 2292, dinilai sahih oleh Al-Albani). 



Dan juga hadits yang tentunya sudah sangat masyhur berikut,  Dari Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.



Jika manusia meninggal, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara; shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih yang mendo’akannya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Tentu, kita akan ‘kecolongan’, jika menyerahkan pendidikan anak yang masih mampu kita lakukan kepada orang lain semisal guru TPA, pesantren, dll. 

Terkadang kita masih bingung, sebenarnya pengertian anak yang baik itu seperti apa? Pengertian anak baik adalah anak yang akhlaknya bersih, adabnya baik, dan anak ini bisa menyempurnakan agama dirinya sendiri, orang lain, dan orang tuanya.


  • Anak adalah tanggung jawab kepemimpinan orang tua
Selain manfaat yang bisa kita dapatkan dari mereka, sebagai orang tua kita juga memiliki tanggung jawab atas apa yang dilakukan anak.  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 


“Kalian semua adalah pemimpin dan seluruh kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin. Penguasa adalah pemimpin dan seorang laki-laki adalah pemimpin, wanita juga adalah pemimpin atas rumah dan anak suaminya. Sehingga seluruh kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin.” (Muttafaqun alaihi) 


Lalu, apakah yang harus diajarkan kepada anak-anak ?

  • Akidah yang benar
  1. Rasulullah mengajarkan Iman sebelum Al-Qur’an, tetapi kita mengajarkan Qur’an sebelum iman.
  2. Yang perlu diajarkan pada anak-anak ketika dia mulai bisa berbicara, adalah kalimat tauhid, laa ilaaha illallah Muhammad rasulullah
  3. Setelah mengajarkan mereka berbicara, maka selanjutnya adalah memilihkan mereka teman
  4. Sesungguhnya agama sang anak tergantung pada agama sang guru 
  • Al-Qur’an
  1. Harus langsung kepada guru, agar bisa mempelajari lafalnya secara langsung
  2. Tidak tergesa-gesa dalam menghapalkan
  • Perintah kepada shalat dan ilmu tentang thaharah
Ilmu thoharoh, pada umur-umur awal mereka wajib belajar tentang wudhu, setelah umur dewasa mereka mesti belajar tentang hal-hal yang perlu mereka lakukan untuk mandi janabah
  • Mengajarkan ilmu-ilmu syar’i yang berguna baginya
  1. Aurat
  2. Tidak boleh menyentuh lawan jenis setelah baligh
  3. Tidak boleh mencuri, berdusta, dll
  • Mengajarkan puasa
  1. Shalat tarawih, 
  2. Pembatal-pembatal puasa 
  3. Dan lain-lain
  • Akhlak dan adab yang baik (terutama perempuan)
Di antara adab yang paling penting untuk dipelajari dalam islam adalah adab kepada orang tua (hadits tentang yang tidak menghormati orang tua dan menyayangi yang lebih muda)
  • Mengajarkan anak hal-hal yang baik dan menjauhkan mereka dari yang buruk
  1. Memerintahkan untuk hal-hal yang sunnah
  2. Melarang dari hal-hal yang diharamkan
  • Mengajarkan anak berpakaian yang baik

Dan yang terpenting adalah


Orang tua HARUS memberi contoh dalam proses pendidikan tersebut...

[1] Shahih Sunan Ibnu Majah, 2/294, 2954, dan dikeluarkan Ahmad di dalam Musnad, 2/509. *dicopas dari https://almanhaj.or.id/3032-buah-hati-antara-perhiasan-dan-ujian-keimanan.html
Read More

Membaca Cepat



Mungkin anda tidak memperhatikan bahwa hampir di setiap tulisan yang saya tulis di facebook, dalam satu kalimat ada saja kata yang sangat penting hilang. Tetapi, ada beberapa orang yang memberikan jempol pada tulisan tersebut tanpa memberikan kritikan. Kemungkinannya ada dua, apakah beliau memberikan jempol dengan sukarela, bisa juga karena beliau membaca kelompok kalimat. Artinya, ketika membaca beliau tidak membaca per kalimat, tetapi membacanya per beberapa kalimat. Hal ini sangat efektif karena akan memudahkan kita untuk memahami sebuah paragraf tanpa menghabiskan waktu lebih. 
Katanya membaca cepat itu bisa mengurangi pemahaman. Tapi kenyataannya tidak begitu. Kurangnya pemahaman justru karena ketika membaca kita 'gagal fokus', bukan karena terlalu cepat membaca. Kalaupun memang membaca cepat itu bisa mengurangi pemahaman, maka itu berarti kita butuh latihan agar bisa terbiasa untuk membaca cepat.

Untuk meraih keberhasilan dalam membaca cepat, tentu hal ini juga perlu latihan. Pertama-tama kita coba dengan membatasi akan membaca per beberapa baris, lalu ditingkatkan menjadi satu paragraf, dstnya. Untuk lebih efektif lagi, gunakan timer untuk membatasi diri anda, karena hal ini juga bisa meningkatkan kemampuan kita untuk membaca cepat.

Selain itu, berikut ini ada beberapa tips agar kita mampu membaca cepat:

1. Tinggalkan teknik membaca dengan lisan, lakukanlah dengan membaca dengan hati
2. Gunakan pengetahuan bahasa Anda, seperti pola, kalimat, logika berpikir, kata perangkai kalimat, dan kata kunci (keywords). Sebaliknya, hindari kata-kata tugas karena tidak pentng untuk pemahaman. Cara ini bisa menghemat 10-50% kata2 yang tidak penting.
3. Gunakan gerakan mata, bukan gerakan kepala.
4. Terapkan pengetahuan membaca yang Anda dapat, yaitu previewing, scanning and skimming.
5. Biasakan diri dengan deadline waktu. Adanya tekanan waktu (time pressure) akan membantu anda untuk lebih konsentrasi pada materi bacaan.
6. Cara terbaik membaca adalah dengan mata dan otak (konsentrasi), bukan dengan lisan (bicara), gerakan kepala, atau memakai jari. Slogan yang perlu diingat: " Bacalah ide pada teks, bukan kata-kata".

*disadur dari sebuah buku, Smart Reading for Muslim yang diterjemahkan oleh Dr. Muhammad Musa Asy-Syarif
Read More

Rabu, 08 Januari 2020

Tutorial Cara Menggunakan Wolframalpha.com

Bismillahirrahmanirrahim

Dalam mata kuliah matematika kami (Calculus, Differential Equation, Complex Analysis, dll), dosen kami seorang dosen spesialisasi di bidang matematika memberikan kami informasi tentang sebuah website yang bagus untuk digunakan oleh mereka yang banyak menggunakan matematika, khususnya bidang matematika dan Engineering. Website ini bernama WolframAlpha. Website ini adalah sebuah website yang bisa digunakan untuk memberikan jawaban atas soal-soal matematika. Karena itu, saya mencoba untuk membuat sebuah tutorial singkat tentang tata cara penggunaan website tersebut berdasarkan mata kuliah yang kami ambil.

Untuk soal kalkulus, misalnya ada soal yang meminta kita untuk mencari diferensial dari soal berikut

f(x)=5x^2+7x+3

maka kita harus memasukkan soal dengan format seperti ini ke website tersebut dengan menambahkan d/dx yang berarti diferensial variable x pada website tersebut seperti pada gambar berikut,


Setelah itu, hasilnya akan dimunculkan pada apa yang ada pada gambar berikut,


Berikutnya, adalah untuk soal Linear Algebra kalau misalnya ada yang memberikan  soal seperti ini(*1),


kita tinggal memasukkannya dengan format seperti yang ada di gambar ini


dengan begitu, kita bisa mengecek eigenvalues dan eigenvectors dari sebuah matrix. Selain itu, kita juga bisa mencari inverse dari matrix tinggal mengganti kata eigenvalues dengan kata inverse.


Hal ini bisa memudahkan kita untuk mengecek soal matematika yang kita buat atau kita kerjakan, tapi untuk mengetahui cara penyelesaiannya kita harus tahu ilmu dasarnya. Selain itu, website ini juga memiliki berbagai macam informasi, dan bisa berfungsi seperti google. Untuk informasi dan contoh lainnya, bisa langsung ke websitenya di https://www.wolframalpha.com/tour/

Semoga bermanfaat bagi semuanya

(*1)https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQFwbZmfYecG327Y1hwDKwthh2Ag31C-rnmvOaDZbOPza-LLno8xw

Read More

Selasa, 07 Januari 2020

Huruf Hiragana - 1

Salah satu hal mendasar yang perlu dipelajari dari bahasa Jepang adalah hurufnya. Sebelum memulai pembahasan tentang pelajaran Bahasa Jepang dasar, maka dasar dari segala dasar ini perlu dipelajari dan dihapalkan terlebih dahulu. 

Sebelumnya, perlu kita ketahui bahwa di dalam bahasa Jepang ada empat jenis huruf :
  • Hiragana
Huruf Hiragana adalah huruf yang digunakan untuk menuliskan kata-kata asli dari bahasa Jepang. Namun, pada tingkatan yang lebih lanjut, maka biasanya digunakan huruf Kanji yang jauh lebih kompleks.
  • Katakana
Huruf Katakana adalah huruf yang digunakan untuk menuliskan kata-kata serapan dari bahasa asing, termasuk nama-nama orang asing, termasuk nama kami ファリド yang kalau dibaca jadi Farid.
  • Kanji
Huruf Kanji adalah huruf serapan dari huruf china, yang beberapa di antaranya berasal dari konversi gambar tertentu. Pada tingkatan bahasa Jepang yang lebih lanjut diharuskan mampu untuk membaca kanji, yang tentunya harus dihafalkan secara bertahap karena jumlahnya sampai ribuan. Biasanya tiap satu huruf kanji memiliki satu arti tertentu, yang artinya bisa berubah jika digabungkan dengan huruf kanji yang lain.
  • Romaji
Huruf Romaji adalah huruf latin, yang biasa kita gunakan sehari-hari.

Kembali ke pembahasan tentang huruf Hiragana, ada sekitar 46 huruf dasar yang harus dihapalkan






Untuk pembahasan huruf yang lebih lanjut, tunggu konten kami yang selanjutnya ya!
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.