Jumat, 04 Desember 2015

Cara-cara mengajar dosen


Tipe 1 Umum: Mengajar dengan power point, slidenya dibagikan, setelah itu urusan anda.

comment: Dosen seperti ini baik banget, tapi sebenarnya tidak mendidik, dan resikonya akan diacuhkan oleh mahasiswa. Akibatnya banyak mahasiswa yang akan tidur, main HP, dll karena tidak peduli dengan pelajaran sang dosen. Tipe yang seperti ini yang paling banyak saya temukan.

Tipe 2 Deskriptif: Mengajar dengan power point, tapi juga menggunakan papan tulis. Biasanya untuk menjelaskan penjabaran rumus/pembahasan soal tertentu yang sengaja tidak dikemukakan di slide beliau. 

comment: Ini akan memicu semangat mahasiswa yang mau berkembang, dan yang mau ujiannya dapat nilai bagus, karena biasanya soal yang diberikan di kelas mirip dengan yang akan diujikan.

Tipe 3 Belang-belang : Mengajar dengan power point, tapi sengaja menghilangkan beberapa konten pada slide, supaya mahasiswa yang kerjanya tidur atau main HP akan luput dari mengisi konten yang hilang tersebut. Padahal, konten tersebut akan digunakan saat kuis atau ujian.

comment: Dosen seperti ini akan memicu para mahasiswa dengan tipe 'dual task' untuk selalu waspada ketika ada isi slide yang hilang. Jadi, walaupun tidak berkonsentrasi 100%, mereka yang ahli dalam 'dual task' tidak akan ketinggalan pelajaran.

Tipe 4 Kuisman: Sedikit-sedikit kuis. Ada juga dosen yang seperti ini, yang ketika mengajar memberikan kuis setiap 10-20 menit, dan memberikan waktu 5 menit untuk menjawab. Tujuannya agar tahu apakah mahasiswa benar-benar mengerti pelajaran tersebut atau tidak.

comment: Sepertinya metode yang seperti ini yang paling ideal, tapi untuk mata kuliah dengan mahasiswa bejibun kayaknya susah diterapkan.

Tipe 5 Balik Papan: Ketika mengajar hanya menghadap ke papan tulis, begitu juga ketika menjelaskan.

comment: Dosen seperti ini, walau badai menghadang, ingatlah ku kan slalu setia menjagamu, dia nggak bakal balik badan. Pernah sekali mengalami ada dosen yang mengajar dan ada mahasiswa yang ngorok karena tidur, tapi dia hanya berbalik senyum dan meneruskan tulisannya.

Tipe 6 Buku Berjalan: Ketika mengajar nggak bawa materi, hanya bawa diri dan bawa spidol. Sesampainya di kelas dia menuliskan semua hal yang menurutnya penting untuk ditulis.

comment: Dosen seperti ini juga kayaknya keren, karena hal ini berarti dia seorang penghapal yang handal.

Tipe 7 Yang Penting Kumpul Tugas: Ada juga dosen yang tidak mementingkan kehadiran kita di kelas. Yang penting mengumpulkan tugas yang beliau kasih.

comment: Dulu ada dosen dengan format penilaian seperti ini, HW (PR) 20%, Mid-term 30%, Final 50% kalau nggak salah. Jadi nggak ada persentase dari attendance, ajib dah.

Tipe 8 Interaktif: Ketika mengajar sedikit-sedikit bertanya.

comment: Tipe seperti ini yang paling ditakuti mahasiswa, karena ketika beliau mengajar, ada semacam Russian Roulette yang ada di depan kelas. Siapa saja bisa kena sasaran pertanyaan.

Tipe 9 Killer: Bak tentara siap perang. Mengawasi tiap muridnya seakan-akan mereka adalah tawanan perang yang selalu mencari celah untuk kabur.

comment: Tapi mungkin deskripsi ini berlebihan. Yang mereka inginkan sebenarnya hanyalah perhatian, karena dia paham bahwa hasil yang didapatkan oleh muridnya adalah tanggung jawabnya. Karenanya, dia menuntut keseriusan dari mahasiswa-mahasiswanya.

Tipe 10 Kutu Buku: Dosen yang datang ke kelas hanya untuk baca materi yang telah disiapkannya atau hanya diambilnya dari sebuah buku. 

comment: Sistem belajar mengajar hanya satu arah, sehingga mahasiswa jadi bosan, dan cenderung akan tertidur atau main HP di dalam kelas. 

Tipe 11 Tukang Curhat: Datang ke kelas biasanya hanya 50 50, 50% materi, 50%nya curhat. 

comment: Curhat di sini terbagi ke berbagai macam tipe curhat, ada yang curhat tentang pengalaman pribadinya (ada dosen yang pernah curhat masalah cara beliau diet dari 125 kg  sampai 75 kg), ada yang curhat tentang pengalaman lapangan (kalau yang ini sih positif-positif saja), ada juga yang curhat tentang prestasinya atau bahkan membanding-bandingkan diri dengan dosen lain.

Tipe 12 Terima bersih: Datang ke kelas hanya menyiapkan tema, menyuruh individual/kelompok untuk mempresentasikan tiap-tiap tema tersebut setiap pertemuan. Pada akhir pertemuan beliau cuma berkata, "Saya harap kalian bisa memahami apa yang telah didiskusikan pada pertemuan ini. Sekian pertemuan kita kali ini."

comment: Dosen seperti ini memicu kreatifitas mahasiswa dalam mencari materi. Yang lebih bagus lagi adalah jika temanya dicari sendiri oleh mahasiswa selama masih berhubungan dengan mata kuliah yang diajarkan. 

Tipe 13 Sapu bersih: Dosen datang, kemudian memberikan penjelasan luas, padat dan jelas sampai tidak menyisakan waktu sedikitpun sehingga tidak ada celah bagi mahasiswa untuk bertanya di jam mengajarnya.

comment: Dosen perfeksionis, nggak mau untung dan nggak mau rugi. 

Tipe 14 Sapu jagat: Dosen datang kemudian memberikan penjelasan materi bidang studi yang diajarnya dan juga menyentuh pembahasan di luar bidang studinya. Sehingga dalam satu pertemuan dia bisa "menyapu" 3-5 bidang study. Makanya dinamakan tipe sapu bersih.

Comment: Dosen berwawasan luas, serba bisa, dan sepertinya punya bakat part-time job mengajar pada bidang-bidang lainnya.

Beginilah hasil pengamatan saya dari dosen-dosen yang saya tahu, mungkin ada tipe lain yang belum sempat kepikiran. Kalau mungkin ada tipe lain yang anda ketahui, silahkan tambahkan pada kolom komentar.
Read More

Selasa, 14 April 2015

Petualangan di kota Anime, Tokyo

Judulnya memang aneh yah, kota Anime, padahal tidak ada seorang pun yang menjuluki kota ini dengan kota Anime. Sekarang saya ingin sedikit cerita tentang kota yang saya kunjungi dengan rencana super mendadak yang hanya direncanakan 1 hari sebelum hari H.

Hal-hal yang perlu anda siapkan ketika datang ke kota ini adalah mobile phone dengan wifi, petunjuk tentang tempat yang ingin dikunjungi yang sudah dicetak, tentu saja siapkan uang jika anda berniat untuk belanja. Perlu diketahui, bahwa saya adalah makhluk yang kurang senang berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya. Jadi petunjuk yang saya berikan ini rasanya akan sangat mudah untuk dimengerti oleh mereka yang sejak awal senang traveling.
JR Map Tokyo

Waktu itu saya sampai di Tokyo saat jam sudah menunjukkan pukul setengah dua. Saat itu, saya kebingungan ketika harus memutuskan tempat tujuan saya, apakah harus ke hotel, atau ke daerah di dekat sana. Mengingat jalur kereta yang membingungkan di Tokyo, akhirnya saya memutuskan ke tempat tujuan terdekat dari stasiun Tokyo. Yaituuuu, Akihabara!!!

Tempat pertama yang kukunjungi di sana adalah AKB48 cafe & shop, walaupun saya bukan penggemar AKB48. Kebetulan saja, AKB48 shop ini terletak sangat dekat dari stasiun Akihabara pintu Electric Town ke arah kanan.


AKB48 Cafe&Shop

Selain itu, tujuan utama saya ke Akihabara juga terletak di sebelah kiri dari cafe tersebut, Gundam Cafe. Ada begitu banyak makanan yang dijual di sana. Tetapi saya sengaja tidak masuk di satu kafe pun, karena saya yakin bahwa makanan yang ada di sana kemungkinan besar tidak halal. 



Gundam Cafe

Setelah puas mengambil gambar dari setiap sudut di toko tersebut, saya pun kembali mencari-cari makanan di daerah Akihabara. Di sana saya menemukan kedai kebab turki yang katanya ayamnya halal. Setelah membeli makanan tersebut, saya pun pergi ke hotel yang sudah dibooking 2 hari sebelumnya, karena sudah bisa check in sejak pukul 15.00 di daerah OchaNoMizu yang terletak 1 stasiun dari Akihabara. 

Setelah masuk hotel dan menyimpan semua barang-barang berat, saya pun melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan paling utama saya di Tokyo, Odaiba!!!

Untuk pergi ke Odaiba tidak sulit, hanya perlu naik kereta dari Tokyo, ke arah shinbashi yang bisa dicapai dengan menggunakan berbagai jalur JR di sana.

Sesampainya di shinbashi, kita akan melihat berbagai plang yang menunjukkan arah Yurikamome yang merupakan kereta yang akan kita gunakan menuju Odaiba. Ketika sampai di stasiun Yurikamome, silahkan membeli tiket ke arah 'Daiba'.

Ketika sampai di Daiba, anda bisa langsung keluar dari stasiun dan melihat pemandangan 'patung liberty mini' dan 'Rainbow Bridge'.

View in Odaiba

Di Odaiba sendiri juga menyediakan shuttle bus gratis yang bisa digunakan untuk mengelilingi odaiba. Info lengkapnya bisa dilihat di sini. Untuk petanya, silahkan perhatikan gambar berikut, 

Peta shuttle bus Odaiba

Di Odaiba sebenarnya banyak sekali tempat menarik, termasuk di Fuji TV yang tidak sempat saya masuki karena keterbatasan waktu. Tadinya saya berpikir bahwa Fuji TV hanyalah stasiun TV biasa, apalagi ketika mengingat cerita Digimon Adventure yang melakukan pertarungan di sana.

Fuji TV

Selanjutnya adalah tujuan utama saya ke Odaiba, Gundam dengan scale 1/1. Memang benar, bahwa kalau dilihat langsung itu kelihatannya lebih keren. Karena merasa tidak puas hanya lihat pada sore hari, malam harinya pun saya mengambil foto dari gundam tersebut.
Gundam RX-78 1/1 model

Setelah puas jalan-jalan di Odaiba, akhirnya saya mengakhiri perjalanan dengan makan malam di  Aqua City Odaiba. Ternyata di sana terdapat sebuah restoran Indonesia yang bernama 'Surabaya' yang ditulis dengan katakana. 

Makanan Indonesia di Aqua City, Odaiba

Pada malam harinya saya kembali ke Akihabara untuk mengunjungi berbagai toko-toko elektronik yang ada di sana. Saking banyaknya, sangat sulit untuk menentukan toko yang ingin dikunjungi. Karenanya, saya fokus pada toko terbesar yang ada di sana, yaitu Yodobashi Akiba yang berjarak tidak terlalu jauh dari stasiun Akihabara. Selain itu, saya juga sempat keliling dan mengambil foto beberapa tempat di sana.
Yodobashi-Akiba






Toko-toko lain yang berada di Akihabara

Pada pagi hari, saya bersiap-siap untuk pergi ke tempat yang menjadi ciri khas dari kota Tokyo yang sangat sering muncul di berbagai anime, Tokyo Tower!!!

Untuk informasi ke Tokyo Tower, bisa ditemukan di sini. Adapun peta untuk ke sana, bisa dilihat pada gambar berikut, 
Map Tokyo Tower

Tokyo Tower
Ada banyak hal yang bisa dilihat di sana, kita bisa melihat ke sekililing, kota Tokyo. Alhamdulillah 'alaa kulli haal, saat saya ke sana cuaca sedang tidak cerah. Tapi, bukan berarti apa yang saya bisa lihat di sana tidak bagus. 
Pemandangan Kota Tokyo dari Tokyo Tower
Pemandangan ke bawah dari Tokyo Tower

Selain itu, di Tokyo Tower juga ada tempat yang menarik untuk para penggemar One Piece. Namanya adalah One Piece Tower. 


One Piece Tower & Mugiwara Store

Tempat tujuan terakhir saya setelah urusan selesai adalah kembali ke Akihabara, di sebuah tempat bernama Tokyo Anime Center yang merupakan tempat yang menunjukkan sedikit proses pembuatan anime. Mungkin tempat ini tidak begitu menarik, tetapi banyak gambar yang bisa dilihat di sini. Ada juga proses kasar dari anime sebelum akhirnya diwarnai, di sini. 


Tokyo Anime Center

Sekian catatan perjalanan saya selama di Tokyo, mudah-mudahan bermanfaat bagi yang baru pertama kali ke sana. Sekedar informasi tambahan, di setiap stasiun JR Tokyo terdapat jaringan Wi-Fi yang bisa digunakan kapan saja setelah mendaftar dengan mengisi formulir (tersedia dalam bahasa Inggris juga), namun untuk mencarinya memang mesti sabar. Selain itu, jangan sungkan untuk bertanya pada pegawai stasiun agar tidak salah naik kereta yang bisa menyebabkan anda berputar-putar di sana. 



Sumber: 
http://marron.extracaffeine.com/odaiba/images/fuji_04_d.png
http://www.miraikan.jst.go.jp/en/guide/route/shutlebus.html
http://i.imgur.com/N9MHY.jpg
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.